Gaya Berat: definisi, rumus, konsep, metode, teori, arah

Posted on

Definisi gravitasi
Buka baca cepat

Banyak orang yang salah paham tentang berat dan massa. Dalam ilmu fisika, berat suatu benda merupakan gaya yang disebabkan oleh gaya berat yang berhubungan dengan massa benda tersebut. Massa suatu benda sama di mana-mana, jika tidak, berat suatu benda berubah dengan besarnya gaya gravitasi pada titik ini. Massa suatu benda adalah keberadaan suatu benda di dalam benda tersebut. Massa benda adalah tetap, artinya tidak dikendalikan oleh gravitasi. Di sisi lain, berat benda menjelaskan besarnya gaya gravitasi yang diberikan pada benda tersebut. Karena berat adalah gaya, maka berat benda diukur menggunakan pegas keseimbangan. Massa suatu benda adalah sama di mana pun penilaian massa dilakukan, sedangkan berat benda berubah sehubungan dengan lokasinya. Ini adalah pengaruh besarnya gravitasi di setiap tempat tidak sama akibat perbedaan dari pusat bumi.
Rumus gravitasi

Gaya-Berat-definisi-rumus-konsep-metode-teori-arah

Berat suatu benda berubah sehubungan dengan posisinya dari pusat bumi.

Setiap benda di bumi memiliki berat. Berikut rumus bobotnya di bawah ini:

Rumus gravitasi

w = m.g.

Penjelasan:

w: berat benda (N)

m: massa benda (kg)

g: gravitasi bumi (m / s2)
Konsep gravitasi
Berbeda dengan berat, dimana massa suatu benda dipengaruhi oleh gaya gravitasi tempat benda itu berada, nilainya tidak tetap karena bergantung pada besar gaya gravitasi yang dialaminya. Jika Andi memiliki berat 60N di bumi, itu berarti 10N (1/6 dari 60N) di bulan. Itulah mengapa orang-orang seperti mengapung di bulan karena pengaruh kecil gaya gravitasi bulan. Coba perkenalkan dirimu! Bagaimana jika itu terjadi di bumi ?!

Berdasarkan pengertian berat benda, maka berat benda tersebut adalah:

w = m x g (1)
Dimana w adalah berat benda dalam Newton (N), m adalah massanya dalam kilogram (kg), sedangkan g adalah gaya gravitasi yang nilainya tetap yaitu 9,8 m / s2 atau sering dibulatkan menjadi 10 m / s2.

Jadi berat suatu benda sangat bergantung pada letak benda tersebut, apakah di bumi dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, di bulan oleh gaya gravitasi bulan, maupun di tempat lain, misalnya oleh seseorang yang massanya 50 kg dengan berat 490 N (permukaan laut g = 9,8 m / s2) atau 488 N (di gunung g = 9,76 m / ss)
Baca lebih lanjut: Komet adalah

Metode gravitasi

Berikut ini adalah metode gravitasi, yaitu:
1. Hukum gravitasi Newton

Prinsip dasar yang digunakan dalam metode gravitasi ini adalah hukum gravitasi Newton, yang menyatakan bahwa gaya tarik-menarik dua titik massa m1 dan m2 yang terpisah pada jarak r diberikan persamaan sebagai berikut: 4. 𝐹 = 𝛾 ((𝑚1𝑚2) / 𝑟2 𝑟) dengan F adalah gaya antara dua partikel bermassa m1 dan m2, r adalah jarak antara dua partikel, 𝑟 adalah vektor satuan m1 dan m2 dan 𝛾 adalah konstanta gravitasi universal (6,6732 x 10-11 N m2 / kg2)). Persamaan di atas dapat diilustrasikan oleh gambar berikut yang menunjukkan hubungan antar variabel di atas (Syamsuriadi, 2012).
2. Percepatan teori gravitasi bumi

Hasil pengukuran percepatan gravitasi atau gaya gravitasi di permukaan menunjukkan harga yang berbeda (harga rata-rata = 9,81 m / s2 = 981 gal, dimana 1 gal = 1 cm / s2). Oleh karena itu dapat diketahui dari hasil pengukuran di atas bahwa bumi tidak bulat sempurna dan bumi berputar. Bentuk rata-rata bumi yang sebenarnya didekati dengan geoid / permukaan laut rata-rata. Bentuk pendekatan teoritis saat ini ke bumi adalah spheroid pipih (dengan mempertimbangkan sifat rotasi bumi). Persamaan percepatan gravitasi teoritis yang dikenal sebagai Reference Earth Gravitational Formula (dari International Association of Geodesy, 1967) adalah:

g (λ) = ge (1 + αsin2λ + βsin2λ) (1)

Parameter tersebut berkaitan dengan frekuensi sudut rotasi dan perataan kutub (Sarkowi, 2010).

Distribusi massa potensial gravitasi Potensial gravitasi adalah energi yang dibutuhkan untuk memindahkan massa dari satu titik ke titik tertentu. Objek dengan massa tertentu dalam sistem spasial menciptakan medan potensial di sekitarnya. Jika medan potensial bersifat konservatif, artinya pekerjaan yang dilakukan pada suatu medan gravitasi tidak bergantung pada lintasan yang dilaluinya, tetapi hanya pada posisi awal saja, dan medan potensial tersebut dapat dinyatakan sebagai gradien atau potensial skalar (Blakely, 1996). )) dengan persamaan berikut, dimana fungsi U pada persamaan di atas disebut sebagai potensial gravitasi, sedangkan accel

 

LIHAT JUGA :

https://rollingstone.co.id/
https://www.gurupendidikan.co.id/
https://www.dosenpendidikan.co.id/
https://www.kuliahbahasainggris.com/
https://www.sekolahbahasainggris.co.id/
https://www.ilmubahasainggris.com/
https://www.dulurtekno.co.id/
https://teknosentrik.com/
https://www.mobifrance.com/